Text
UJI AKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA SAYAT EKSTRAK ETANOL RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum crassifolium) PADA MENCIT PUTIH (Mus Musculus)
ABSTRAK
Apriliana Wahyuni
Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus luka sayat yang cukup
tinggi sekitar 20,1% pada tahun 2018. Luka sayat perlu penanganan khusus agar
tidak menyebabkan komplikasi yang serius seperti infeksi luka. Sargassum
crassifolium merupakan tanaman laut yang mengandung berbagai metabolit
sekunder yang berpotensi sebagai agen antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan.
Namun, informasi tentang potensi Sargassum crassifolium sebagai agen
penyembuhan luka sayat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui aktivitas ekstrak etanol Sargassum crassifolium. Pada penelitian ini,
Sargassum crassifolium dimaserasi dengan etanol 70% dan ekstrak kental
Sargassum crassifolium (0,01% dan 0,1% ) diuji aktivitas penyembuhan luka
pada mencit putih (Mus musculus). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan
bahwa ekstrak etanol Sargassum crassifolium mengandung senyawa alkaloid,
flavonoid, saponin, triterpenoid, dan tanin. Ekstrak etanol Sargassum crassifolium
juga menunjukkan aktivitas terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit
dengan rerata ukuran panjang luka sayat di hari ke-14 untuk konsentrasi 0,01%
yaitu sepanjang 1,0 cm dan konsentrasi 0,1% sepanjang 0,9 cm. Hasil data
aktivitas penyambuhan luka sayat pada mencit dengan konsentrasi 0,01% dan
0,1% tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, berdasarkan uji MannWhitney diperoleh nilai p>0,05 (p = 0,565) sehingga konsentrasi optimum yang
efektif terhadap penyembuhan luka sayat yaitu konsentrasi 0,01% .
Kata kunci: Sargassum crassifolium, luka sayat, penyembuhan luka.viii
ABSTRACT
Apriliana Wahyuni
Indonesia is a country with a high number of wound incision cases about
20.1% cases has been reported in 2018. Incision wounds need special handling to
avoid serious complications of the wound including wound infection. Sargassum
crassifolium is a marine plant that has high bioavailability and contains numerous
secondary metabolites that have the potential as antibacterial, anti-inflammatory,
and antioxidant agents. However, the information on the potency of Sargassum
crassifolium as an incision wound healing agent is limited. This study aims to
determine the activity of Sargassum crassifolium ethanol extract on incision
wound healing. In this study, Sargassum crassifolium was macerated with 70%
ethanol, then the ethanol extract (0.01% and 0.1% ) of Sargassum
crassifolium was tested for its wound healing activity on mice (Mus musculus).
The result showed that the ethanolic extract of Sargassum crassifolium contained
alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid, and tannin. Here in this study is
showened that Sargassum crassifolium had an incision wound healing activity.
The ethanol extract of Sargassum crassifolium also showed activity on wound
healing in mice with an average length of the incision on day 14 for a
concentration of 0.01% which was 1.0 cm and 0.1% concentration along
0.9 cm. The results of the data on wound healing activity in mice with
concentrations of 0.01% and 0.1% did not show a significant difference
between these two concentration, based on the Mann-Whitney test, p>0.05 (p =
0.565). Therefore, that the optimum concentration of Sargassum crassifolium
effective for incision wound healing was 0,01% .
Keyword: Sargassum crassifolium, incision wound, wound healing.
Tidak tersedia versi lain