Text
UJI IN SILICO SENYAWA ANTIVIRUS DARI BAHAN ALAM SEBAGAI KANDIDAT OBAT ANTI-COVID-19: STUDI POTENSI DENGAN METODE MOLECULAR DOCKING MENGGUNAKAN PROTEIN-LIGAND ANT SYSTEM (PLANTS)
ABSTRAK
COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-
2. Transmisi penyakit COVID-19 yang cepat dan efek penyakit yang fatal,
menuntun peneliti untuk menemukan senyawa yang berpotensi sebagai antiCOVID-19 termasuk dengan menggunakan pendekatan-pendekatan modern.
Molecular docking merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk
menganalisa senyawa antivirus dari tanaman herbal Indonesia yang dipercaya
memiliki khasiat sebagai anti-COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisa senyawa antivirus dari 5 tanaman herbal yang memiliki potensi
sebagai inhibitor PLpro dan 3CLpro yang merupakan protein non struktural pada
SARS-CoV-2 secara studi molecular docking menggunakan PLANTS.
Remdesivir trifospat, metabolit aktif remdesivir, digunakan sebagai senyawa
pembanding dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan skor docking yang
diperoleh dari interaksi antara ligan alami, remdesivir trifospat, kurkumin,
demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin, luteolin, apigenin, kuersetin,
kaempferol, formononrtin-7-O-glucoronida, androgafolide, dan neoandrogafolide
dengan PLpro adalah -111,441, -103,827, -103,609, -102,363, -100,27,-79,6655, -
78,6901, -80,9337, -79,4686, -82,1124, -79,1789, and -97,2452. Senyawa
kombinasi dari kuersetin, neoandrogaflide,bisdemetoksikurkumin dan
demetoksikurkumin menunjukkan adanya efek sinergis sehingga menurunkan
skor docking. Sedangkan interaksinya dengan protein 3CLpro menunjukan nilai
skor docking adalah -64,0074, -86,1811, -81,428, -87,1625, -78,2899, -73,4345,-
70,3368, -71,5539, -68,4321, -72,0154, -75,9777 dan -93,7746. Kombinasi
senyawa androgafolide, bisdemetoksikurkumin, demetoksikurkumin, kurkumin,
dan aneoandrogafolide menunjukkan adanya efek sinergis sehingga menurunkan
skor docking. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kurkumin dinyatakan sebagai
senyawa paling baik sebagai inhibitor PLpro berdasarkan perolehan skor docking
-103,609, sedangkan pada 3CLpro 10 senyawa uji berpotensi sebagai inhibitor
3CLpro,dimana neoandrogafolide menjadi senyawa yang paling tinggi potensinya
dengan skor docking -93,7746.
Kata Kunci : Hebal Indonesia Senyawa antivirus, anti-COVID-19, molecular
docking, PLANTSviii
ABSTRACT
COVID-19 is a disease caused by the SARS-CoV-2 virus. Rapid transmission
of COVID-19 disease and the fatal effects of the disease led researchers to use
various way to find potential anti-COVID-19 compounds, including using modern
approaches. Molecular docking is one of the methods that can be used to analyze
antiviral compounds and its molecular target from Indonesian herbs that are
believed to have properties as anti-COVID-19. This study aims to analyze
antiviral compounds from 5 herbs that have the potential as inhibitors of PLpro
and 3CLpro, which both are a non-structural protein in SARS-CoV-2 by
molecular docking approach using PLANTS. Remdesivir triphosphate, the active
metabolite of remdesivir, was used as the comparison compound in studies. The
results showed docking scores obtained from interactions between natural ligands,
remdesivir trifospat, curcumin, demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin,
luteolin, apigenin, kuersetin, kaempferol, formononrtin-7-O-glucoronide,
androgafolide, and neoandrogafolide with PLpro are as follows -111,441, -
103,827, -103,609, -102,363, -100,27,-79,6655, -78.6901, -80.9337, -79.4686, -
82.1124, -79.1789, and -97.2452.Combination between quercetin,
neoandrographolide, bisdemethoxycurcumin, demetoxycurcumin, and curcumin
showed a synergy effect by reduce its docking score. Meanwhile its interaction
with the protein 3CLpro showed docking score for those compounds as follows
64.0074, -86.1811, -81.428, -87.1625, -78.2899, -73.4345,-70,3368, -71.5539, -
68.4321, -72.0154, -75.9777 and -93.7746.Combination between andrographolide,
neoandrographolide, bisdemethoxycurcumin, demetoxycurcumin and curcumin,
also shows synegy effect in 3CLpro allow them to reduce the docking score.This
study concludes that curcumin was known as the most potent compound that act
as a PLpro inhibitor based on a docking score of -103,609, while in 3CLpro all the
compound have a potential to inhibit 3CLpro with neoandrogafolide as the most
potent compound with a docking score (-93.7746).
Keywords: Indonesian herbs, antiviral compounds, anti-COVID-19, molecular
docking, PLANTS
Tidak tersedia versi lain