Perpustakaan FKIK Unram

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of UJI EFEKTIVITAS LARVASIDA DAN EVALUASI
SIFAT FISIK SEDIAAN LOSIO ANTINYAMUK
EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (Chromolaena
odorata L.) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI
Penanda Bagikan

Text

UJI EFEKTIVITAS LARVASIDA DAN EVALUASI SIFAT FISIK SEDIAAN LOSIO ANTINYAMUK EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata L.) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI

Mardiana Ekayani - Nama Orang;

ABSTRAK
Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyakit Demam Berdarah
Dengue (DBD). Metode pengendalian vektor dapat dilakukan secara biologi,
kimiawi dan fisik. Salah satu pengendalian yang bisa dilakukan yaitu dengan
memberantas larva. Pengendalian secara sintetik masih menimbulkan dampak
buruk bagi kesehatan maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas larvasida ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.)
serta mengevaluasi sifat fisik sediaan losio antinyamuk menggunakan bahan aktif
ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.). Ekstrak kental diperoleh
dengan mengekstraksi daun kirinyuh menggunakan metode maserasi dengan
pelarut etanol 70% dan diperoleh rendemen sebesar 12,82%. Kemudian dilakukan
skrining fitokimia. Hasil positif ditunjukkan pada uji flavonoid, terpenoid dan
tanin. Ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) selanjutnya digunakan
dalam pengujian larvasida, diperoleh persen kematian larva pada konsentrasi 1%,
3% dan 5% yaitu 50%, 67% dan 90%. Hasil analisis probit diperoleh nilai LC50
sebesar 3,57%. Kemudian dilakukan formulasi sediaan losio dengan variasi
konsentrasi ekstrak yaitu 1%, 3% dan 5%. Losio yang sudah dibuat kemudian
dievaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya
sebar, dan uji daya lekat. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun kirinyuh
menyebabkan daya sebar sediaan losio semakin menurun. Selain itu, perbedaan
konsentrasi ekstrak daun kirinyuh juga menyebabkan adanya perbedaan
organoleptis (warna dan bau). Formula yang memiliki tampilan paling optimal
ditunjukkan pada FI yaitu konsentrasi ekstrak 1%. Hasil analisis statistik
menunjukkan bahwa ketiga formula (FI, FII dan FIII) sudah memenuhi standar
sediaan losio yang baik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan
daya lekat.
Kata kunci : Ekstrak daun kirinyuh, etanol 70%, maserasi, larva Aedes aegypti,
Losioviii
ABSTRACT
The Aedes aegypti mosquito is the main vector of Dengue Hemorrhagic Fever
(DHF). Vector control methods can be done biologically, chemically and
physically. One control that can be done is by eradicating larvae. Synthetic control
still has a negative impact on health and the environment. This study aims to
determine the larvicidal effectiveness of kirinyuh leaf extract (Chromolaena
odorata L.) and evaluate the physical properties of mosquito repellent lotions
using the active ingredient of kirinyuh leaf extract (Chromolaena odorata L.). The
thick extract was obtained by extracting kirinyuh leaves using the maceration
method with 70% ethanol solvent and the yield was 12.82%. Then the
phytochemical screening was carried out. Positive results were shown in the
flavonoid, terpenoid and tannin tests. Kirinyuh leaf extract (Chromolaena odorata
L.) was then used for larvicide testing. The percentage of larval mortality was
obtained at concentrations of 1%, 3% and 5%, namely 50%, 67% and 90%. The
results of probit analysis obtained an LC50 value of 3.57%. Furthermore, the
formulation of lotion preparations was carried out with variations in the
concentration of extracts, namely 1%, 3% and 5%. The lotion that has been made
is then evaluated for physical properties including organoleptic test, homogeneity
test, pH test, spreadability test, and adhesion test. The higher the concentration of
kirinyuh leaf extract, the lower the spreadability of the lotion preparation. In
addition, differences in the concentration of kirinyuh leaf extract also cause
organoleptic differences (color and odor). The formula that has the most optimal
appearance is shown in the FI, namely the extract concentration of 1%. The results
of statistical analysis showed that the three formulas (FI, FII and FIII) had met the
standard of good lotion preparation including organoleptic, homogeneity, pH,
spreadability and adhesion.
Keywords : Kirinyuh leaf extract, 70% ethanol, maceration, Aedes aegypti larvae,
lotion


Ketersediaan
#
Perpustakaan FKIK Unram DTS 610 Mar u F.2021
K1A017032
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
128
Penerbit
Mataram : Farmasi FK Unram., 2021
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
DTS 610 Mar u F.2021
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
SKRIPSI
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan FKIK Unram
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan FK Universitas Mataram menggunakan Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2025 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?