Perpustakaan FKIK Unram

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of MODIFIKASI PROSEDUR ISOLASI KURKUMINOID DARI
RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa Linn.)
Penanda Bagikan

Text

MODIFIKASI PROSEDUR ISOLASI KURKUMINOID DARI RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa Linn.)

Fitri Haryani - Nama Orang;

ABSTRAK
Kunyit (Curcuma longa Linn.) merupakan salah satu tanaman obat
antibakteri, yang secara empiris digunakan oleh masyarakat Bima untuk
pengobatan infeksi kulit bernanah. Salah satu kandungan kunyit yang berperan
sebagai antibakteri adalah kurkumin, yang dapat diperoleh dengan cara isolasi.
Prosedur isolasi kurkumin dari beberapa literatur memiliki metode yang cukup
rumit dan lama dalam pengerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan
isolasi kurkuminoid dengan metode yang sederhana menggunakan dua pelarut
berbeda dan mengetahui kadar kurkuminoid hasil isolasi tersebut. Langkah awal
dalam proses isolasi yang dimodifikasi, yaitu proses ekstraksi simplisia kunyit
selama 30 menit menggunakan sonikator dengan pelarut aseton dan etanol 96%,
serta perbandingan bobot simplisia dan volume pelarut sebesar 1:10. Proses
isolasi dilanjutkan dengan ekstraksi padat-cair menggunakan pelarut n-heksan,
kemudian dimurnikan dengan metode kristalisasi menggunakan campuran
isopropil alkohol panas : n-heksan (1:1,5). Isolat dianalisis secara kualitatif
dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dan FTIR, serta kadar kurkuminoid
ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil yang diperoleh berupa
rendemen ekstrak etanol 96% dan aseton berturut-turut sebesar 27,3% dan 26,44%.
Bobot isolat etanol 96% dan aseton sebesar 0,07 g dan 0,035 g. Hasil analisis
isolat etanol 96% dan aseton menggunakan FTIR menunjukkan adanya gugus OH, C-H, C=O, C=C dan C-O. Pada analisis KLT diperoleh 3 bercak yang
memiliki Rf sama dengan standar kurkuminoid pada kedua isolat. Kadar
kurkuminoid isolat etanol 96% dan aseton berturut-turut sebesar 94,029 % dan
84,409 %. Isolasi kurkuminoid dengan metode sederhana menggunakan pelarut
etanol 96% menghasilkan rendemen isolat dan kadar kurkuminoid lebih besar
dibanding pelarut aseton.
Kata kunci : Modifikasi isolasi, kurkuminoid, kunyit.viii
ABSTRACT
Turmeric (Curcuma longa Linn.) is one of the antibacterial medicinal
plants, which is empirically used by the Bima community for the treatment of
purulent skin infections. One of the contents of turmeric that acts as an
antibacterial is curcumin, which can be obtained by isolation. The curcumin
isolation procedure from the literature has a method that is quite complicated and
takes a long time to do. This study aims to isolate curcumin with a simple method
using two different solvents and determine the levels of curcumin isolated from
the results. The first step in the modified isolation process is the turmeric
simplicial extraction process for 30 minutes using a sonicator with acetone and
96% ethanol as the solvent, and the ratio 1:10. The isolation process was
continued by solid-liquid extraction using n-hexane as a solvent, then purified by
a crystallization method using a mixture of hot isopropyl alcohol: n-hexane (1:1.5).
The isolates were analyzed qualitatively by thin-layer chromatography (TLC) and
FTIR, and the curcumin content was determined by the UV-Vis
spectrophotometry method. The results obtained were the yield of 96% ethanol
extract and acetone of 27.3% and 26.44%. The Weight of 96% ethanol and
acetone isolates was 0.07 g and 0.035 g. The results of the analysis of 96%
ethanol and acetone isolates using FTIR showed the presence of O-H, C-H, C=O,
C=C, and C-O groups. In the TLC analysis, 3 spots had the same Rf as the
standard curcumin in both isolates. The curcumin content of the ethanol 96% and
acetone isolate were 94.029% and 84.409%. Isolation of curcumin with a simple
method using 96% ethanol as a solvent resulted in the yield of isolates and the
curcumin content was greater than acetone.
Keywords : Modification of isolation, curcumin, turmeric.


Ketersediaan
#
Perpustakaan FKIK Unram DTS 610 Fit m F.2021
K1A016017
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
129
Penerbit
Mataram : Farmasi FK Unram., 2021
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
DTS 610 Fit m F.2021
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
SKRIPSI
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan FKIK Unram
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan FK Universitas Mataram menggunakan Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2025 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?