Text
PENGARUH LOKASI TEMPAT TUMBUH TERHADAP KADAR FENOLIK TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora L.)
ABSTRAK
Produksi kopi robusta (Coffea canephora L.) di Pulau Lombok tercatat
sebanyak ?5000 ton per tahun dan menghasilkan limbah berupa kulit buah kopi
dengan proporsi sebesar 40-45%. Ekstrak kulit buah kopi dilaporkan mengandung
senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan, sehingga dapat
dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomis selain penggunaan sebagai
pupuk dan pakan ternak. Kandungan senyawa fenolik pada suatu tanaman
dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan udara, pH tanah dan
ketinggian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar
fenolik total dan aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah kopi robusta dari Pulau
Lombok, serta pengaruh lokasi tumbuh terhadap parameter tersebut. Sampel kulit
buah kopi robusta dikoleksi dari Desa Lamper, Desa Keru, dan Desa Sajang,
kemudian dikeringkan dengan sinar matahari. Simplisia diekstraksi menggunakan
metode sonikasi dengan pelarut etanol 70% (1:4), dilakukan skrining fitokimia,
pengukuran kadar fenolik total dengan metode Folin-Ciocalteu menggunakan
standar asam galat, dan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH
menggunakan standar asam askorbat. Uji Oneway ANOVA dilakukan untuk
analisis data kadar fenolik total dan uji Kruskal-Wallis dilakukan untuk analisis
data IC50. Regresi linier digunakan sebagai analisis korelasi parameter lingkungan
terhadap kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan. Hasil skrining ekstrak
mengandung fenol, flavonoid, dan tanin. Kadar fenolik total ekstrak dari lokasi
Lamper, Keru, dan Sajang berturut-turut sebesar 5,6252?0,0658 mg GAE/g
ekstrak, 2,6626?0,0892 mg GAE/g ekstrak, dan 4,6757?0,0528 mg GAE/g
ekstrak. Nilai IC50 ekstrak dari lokasi Lamper, Keru, dan Sajang berturut-turut
sebesar 28,09?0,43 ppm, 28,00?0,15 ppm, 97,26?0,68 ppm. Ekstrak sampel
Lamper dan Keru memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat, sedangkan sampel
sajang memiliki aktivitas kuat. Ekstrak dari ketiga lokasi memiliki kadar fenolik
yang berbeda signifikan (p0,05). Parameter lingkungan suhu, kelembapan
udara, ketinggian dan pH tanah memiliki korelasi sangat lemah terhadap kadar
fenolik total. Suhu dan ketinggian berkorelasi sangat kuat terhadap aktivitas
antioksidan sedangkan kelembapan dan pH tanah memberikan korelasi kuat. Hasil
penelitian menunjukkan lokasi tempat tumbuh berkorelasi kuat terhadap aktivitas
antioksidan, tetapi berkorelasi sangat lemah terhadap kadar fenolik total ekstrak
kulit buah kopi robusta.
Kata Kunci : Kulit buah kopi robusta (Coffea canephora L.), antioksidan, kadar
fenolik total, faktor lingkunganviii
ABSTRACT
Production of robusta coffee (Coffea canephora L.) on the Lombok island
is recorded at ? 5000 tons per year and produces coffee pulp waste with a
proportion of 40-45%. Coffee pulp extract is reported to contains phenolic
compounds that has antioxidant activity, so it can be developed into economical
product other than it use as fertilizer and animal feed. The content of phenolic
compounds in a plant is influenced by environmental factors such as temperature,
humidity, soil pH and altitude. Therefore, this study aims to determine the total
phenolic content and antioxidant activity of robusta coffee pulp extract from
Lombok Island, as well as the effect of coffee growing location on these
parameters. Robusta coffee pulp samples were collected from Lamper Village,
Keru Village, and Sajang Village which was then dried in the sun. The simplicia
was extracted using the sonication method with 70% ethanol solvent (1:4), then
phytochemical screening was performed, the total phenolic content was measured
using the Folin-Ciocalteu method using gallic acid standards, and antioxidant
activity testing using the DPPH method using ascorbic acid standards. Oneway
ANOVA test was performed for data analysis of total phenolic content and
Kruskal-Wallis test was performed for IC50 data analysis. Correlation analysis of
environmental parameters on total phenolic content and antioxidant activity was
carried out using linear regression. The ethanol extract of robusta coffee pulp from
three locations contains phenolic compounds, flavonoids, and tannins. The total
phenolic content of robusta coffee pulp extract from Lamper, Keru, and Sajang
locations was 5.6252?0.0658 mg GAE/g extract, 2.6626?0.0892 mg GAE/g
extract, and 4.6757 ?0.0528 mg GAE/g extract. The IC50 DPPH values of the
extracts from the Lamper, Keru, and Sajang locations were 28.09?0.43 ppm,
28.00?0.15 ppm, 97.26?0.68 ppm, respectively. Extracts from the Lamper and
Keru locations had very strong antioxidant activity, while those from the sajang
location had strong activity. Extracts from the three locations had significantly
different levels of phenolic (p
Tidak tersedia versi lain