Text
IMPLEMENTASI CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK (CDOB) PADA PBF DI MATARAM TAHUN 2021
ABSTRAK
Hasil inspeksi kesesuaian CDOB oleh Balai Besar POM Mataram tahun
2019 di PBF menunjukkan 80% kasus tidak memenuhi ketentuan. Seiring dengan
perkembangan regulasi, evaluasi CDOB harus dilakukan secara berkelanjutan
untuk meningkatkan penerapan CDOB. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
persentase tingkat penerapan CDOB dan deskripsi faktor yang berpengaruh
terhadap tingkat penerapan CDOB di PBF. Rancangan penelitian bersifat deskriptif
kualitatif. Penelitian dilakukan pada 4 PBF pusat di Kota Mataram dengan teknik
kuesioner, wawancara dan observasi yang dapat dilakukan secara daring atau luring
dengan mengikuti protokol kesehatan. Kuesioner CDOB dari BPOM diisi oleh
apoteker penanggung jawab PBF dilanjutkan dengan wawancara. Data pendukung
sebagai verifikasi jawaban kuesioner diperoleh melalui lembar observasi. Data
kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh persentase
tingkat penerapan CDOB dan deskripsi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
tingkat penerapan CDOB. Hasil penelitian menunjukkan penerapan aspek secara
keseluruhan telah sesuai ketentuan. Aspek yang belum dipenuhi yaitu bangunan
dan peralatan (78,5%), operasional (85,71%), dokumentasi (77,78%) serta
organisasi, manajemen dan personalia (77,78%). Selain itu, Kecamatan
Cakranegara dan Mataram memiliki tingkat kepadatan PBF pusat paling tinggi
karena berdekatan dengan fasilitas kesehatan seperti apotek, rumah sakit dan
puskesmas. Tingkat penerapan aspek-aspek CDOB pada PBF pusat di Kota
Mataram tahun 2021 berkisar antara 77,78% hingga 100%. Pandemi COVID-19,
koordinasi antar bagian PBF dapat dioptimalkan serta perlu petunjuk teknis CDOB
lebih lanjut menjadi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi implementasi CDOB.
Kata Kunci : Distribusi, Pedagang Besar Farmasi, CDOB, Studivi
ABSTRACT
The GDP inspection that was conducted by Balai Besar POM Mataram at
pharmaceutical wholesalers in 2019 showed that 80% cases did not meet the GDP
requirements. Along with regulatory update, GDP evaluation must be carried out
on regular basis to improve GDP implementation. This study aims to determine the
percentage level of GDP implementation and various factors that affect the level of
GDP implementation at pharmaceutical wholesalers. This study uses qualitative
descriptive design. The study was conducted at 4 central pharmaceutical
wholesalers in Mataram using questionnaire, interviews and observation techniques
which carried out online or offline by following health protocols. The questionnaire
released by BPOM were filled by pharmacist in charge in pharmaceutical
wholesaler followed by an interview. Supporting data for verification were obtained
through observation sheets. The data were then processed and analyzed
descriptively to obtain the percentage of GDP implementation level and the various
factors that affect the GDP implementation level. The results showed that the
overall implementation of the aspects was following the provisions. Aspects that
have not been fulfilled are infrastructure (78,5%), operational (85,71%),
documentation (77,78%) and organization management (77,78%). In addition,
Cakranegara and Mataram districts have the highest central pharmaceutical
wholesaler density because they are close to health facilities. Implementation of
GDP aspects at central pharmaceutical wholesalers in Mataram City in 2021 ranges
from 77,78% to 100%. The COVID-19 pandemic, coordination between
pharmaceutical wholesaler divisions can be optimized and further GDP technical
guidance is needed as factors that can affect GDP implementation.
Keywords : Distribution, Pharmaceutical Wholesalers, GDP, Study
Tidak tersedia versi lain