Text
HUBUNGAN PENGGUNAAN ITNS DENGAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENIMBUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT
ABSTRAK
Hubungan Penggunaan ITNs dengan Kejadian Malaria di
Wilayah Kerja Puskesmas Penimbung Kabupaten Lombok
Barat
Zirly Vera Aziri, Adelia Riezka Rahim, Marisa Syavitri Dilaga
Penyakit malaria dapat ditularkan oleh gigitan vektor nyamuk Anopheles
betina yang sudah terinfeksi oleh Plasmodium sp. Malaria adalah salah satu
penyakit yang masih menjadi perhatian dunia dan khususnya Indonesia.
Penghitungan global kasus malaria mencapai 247 juta di 2021 dibandingkan
dengan 245 juta pada 2020 dan 232 juta pada 2019. Data Kementerian Kesehatan
menunjukkan, ada 415.140 kasus malaria di Indonesia pada 2022. Tujuan
dilakukan penelitian ini untuk menganalisis hubungan penggunaan ITNs dengan
kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Penimbung Kabupaten Lombok
Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah case control. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data yang
digunakan adalah uji chi square. Data yang digunakan merupakan data rekam
medis dan hasil wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini,
didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan ITNs
dengan kejadian malaria p-value=0,000 (p<0,05) dan didapatkan OR=7,857,
hubungan membuka kelambu saat gerah dengan kejadian malaria dengan
OR=0,226, hubungan mencuci kelambu dengan kejadian malaria dengan
OR=0,111. Kesimpulan dari penelitian ini, menunjukkan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara penggunaan ITNs dengan kejadian malaria di
wilayah kerja Puskesmas Penimbung Kabupaten Lombok Barat.
Kata kunci : ITNs, malaria, pencegahan malaria
Tidak tersedia versi lain