Text
PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN C TERHADAP STABILITAS EGCG DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI Pseudomonas aeruginosa PADA DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis L.)
ABSTRAK
Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri patogen penyebab infeksi
nosokomial dan salah satu dari lima infeksi paling umum secara global.
Penanganannya menjadi semakin sulit akibat adanya resistensi antibiotik. Alternatif
pengobatan berupa daun teh hijau (Camellia sinensis L.) yang mengandung
senyawa Epigallocatechin-3-Gallat (EGCG) memiliki aktivitas antibakteri
terhadap Pseudomonas aeruginosa. Namun, EGCG mudah mengalami oksidasi
sehingga diperlukan penambahan vitamin C sebagai antioksidan alami untuk
meningkatkan stabilitasnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh
penambahan vitamin C pada fraksi etil asetat Camellia sinensis L. terhadap
stabilitas EGCG dan aktivitas antibakteri Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini
dilakukan secara eksperimental laboratorium yang bersifat deskriptif kuantitaif dan
kualitatif. Ekstraksi Camellia sinensis L. menggunakan metode maserasi dengan
pelarut etanol 96%. Ekstrak ditambahkan vitamin C dan fraksinasi menggunakan
etil asetat. Pengujian stabilitas EGCG diamati berdasarkan perhitungan kadar
EGCG menggunakan instrumen High Performance Liquid Chromatography
Ultraviolet Detector (HPLC-UV) dan aktivitas antibakteri Pseudomonas
aeruginosa dievaluasi menggunakan metode difusi cakram dengan Aztreonam
sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Pengamatan
stabilitas EGCG dan aktivitas antibakteri Pseudomonas aeruginosa dilakukan pada
hari ke - 0 dan hari ke ? 30. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan
vitamin C pada fraksi etil asetat Camellia sinensis L. menyebabkan penurunan
kadar EGCG dan aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa. Hal ini
menunjukkan bahwa vitamin C tidak mampu menstabilkan senyawa EGCG.
Kata kunci: Camellia sinensis L., EGCG, Pseudomonas aeruginosa, Vitamin C.
Tidak tersedia versi lain