Text
STUDI PEMANFAATAN TUMBUHAN OLEH PENGOBAT TRADISIONAL UNTUK MENGOBATI CEDERA DI DESA LENEK KECAMATAN LENEK KABUPATEN LOMBOK TIMUR
ABSTRAK
Cedera adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri, memar, bengkak, kram,
kekakuan, serta pembatasan gerak dan kekuatan pada area yang terkena. Cedera
akibat kecelakaan atau kekerasan menyebabkan 4,4 juta kematian global setiap
tahun, berkontribusi hampir 8% dari total kematian. Desa Lenek di Kecamatan
Lenek, Kabupaten Lombok Timur, masih mengandalkan pengobatan tradisional
untuk mengobati cedera. Pengobatan ini dilakukan oleh belian, menggunakan
tumbuhan yang dipercaya memiliki khasiat penyembuhan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi tumbuhan yang digunakan dalam ramuan tradisional untuk
cedera serta menilai pentingnya tumbuhan tersebut. Pemilihan informan
menggunakan metode snowball sampling melalui wawancara semi-terstruktur dan
observasi. Data kualitatif dibuat dalam bentuk deskriptif terkait informasi
informan, ramuan obat serta tanaman obat untuk pengobatan cedera. Data
kuantitatif didapatkan dari hasil analisis nilai penting tumbuhan dilakukan
menggunakan Index of Cultural Significance (ICS) dan Fidelity Level (FL). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat 17 ramuan yang digunakan untuk
mengobati cedera, terdiri dari 16 bahan tumbuhan dari 11 famili yang berbeda dan
6 bahan non-tumbuhan. Adapun cara pembuatan dan pemakaian ramuan dengan
cara menghaluskan semua bahan dengan menggunakan alat tumbuk kemudian
ramuan dioleskan dan ditempel pada bagian tubuh yang mengalami cedera.
Tingkat kepentingan tumbuhan didapatkan nilai ICS tertinggi diperoleh dari kelor
(Moringa oleifera Lamk.) dengan nilai 64. Sedangkan nilai FL tertinggi adalah
sirih (Piper betle L.) dan kunyit (Curcuma longa L.) dengan nilai 75%.
Kata Kunci: cedera, Desa Lenek, etnomedisin, fidelity Level, index of Cultural
significant (ICS)
Tidak tersedia versi lain