Perpustakaan FKIK Unram

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of STUDI PEMANFAATAN TUMBUHAN OLEH
PENGOBAT TRADISIONAL UNTUK MENGOBATI CEDERA
DI DESA LENEK KECAMATAN LENEK
KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Penanda Bagikan

Text

STUDI PEMANFAATAN TUMBUHAN OLEH PENGOBAT TRADISIONAL UNTUK MENGOBATI CEDERA DI DESA LENEK KECAMATAN LENEK KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Berlian Caterine Meizora - Nama Orang;

ABSTRAK
Cedera adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri, memar, bengkak, kram,
kekakuan, serta pembatasan gerak dan kekuatan pada area yang terkena. Cedera
akibat kecelakaan atau kekerasan menyebabkan 4,4 juta kematian global setiap
tahun, berkontribusi hampir 8% dari total kematian. Desa Lenek di Kecamatan
Lenek, Kabupaten Lombok Timur, masih mengandalkan pengobatan tradisional
untuk mengobati cedera. Pengobatan ini dilakukan oleh belian, menggunakan
tumbuhan yang dipercaya memiliki khasiat penyembuhan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi tumbuhan yang digunakan dalam ramuan tradisional untuk
cedera serta menilai pentingnya tumbuhan tersebut. Pemilihan informan
menggunakan metode snowball sampling melalui wawancara semi-terstruktur dan
observasi. Data kualitatif dibuat dalam bentuk deskriptif terkait informasi
informan, ramuan obat serta tanaman obat untuk pengobatan cedera. Data
kuantitatif didapatkan dari hasil analisis nilai penting tumbuhan dilakukan
menggunakan Index of Cultural Significance (ICS) dan Fidelity Level (FL). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat 17 ramuan yang digunakan untuk
mengobati cedera, terdiri dari 16 bahan tumbuhan dari 11 famili yang berbeda dan
6 bahan non-tumbuhan. Adapun cara pembuatan dan pemakaian ramuan dengan
cara menghaluskan semua bahan dengan menggunakan alat tumbuk kemudian
ramuan dioleskan dan ditempel pada bagian tubuh yang mengalami cedera.
Tingkat kepentingan tumbuhan didapatkan nilai ICS tertinggi diperoleh dari kelor
(Moringa oleifera Lamk.) dengan nilai 64. Sedangkan nilai FL tertinggi adalah
sirih (Piper betle L.) dan kunyit (Curcuma longa L.) dengan nilai 75%.
Kata Kunci: cedera, Desa Lenek, etnomedisin, fidelity Level, index of Cultural
significant (ICS)


Ketersediaan
#
Perpustakaan FKIK Unram DTS 610 Ber s F.2025
20254065
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
417
Penerbit
Mataram : Farmasi FKIK Unram., 2025
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
DTS 610 Ber s F.2025
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
SKRIPSI 2025
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan FKIK Unram
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan FK Universitas Mataram menggunakan Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2025 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?