Perpustakaan FKIK Unram

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of STUDI ETNOMEDISIN PENGOBATAN KESEHATAN GIGI
DAN MULUT DI DUSUN PENGKORES, KOPANG REMBIGA,
KOPANG, LOMBOK TENGAH
Penanda Bagikan

Text

STUDI ETNOMEDISIN PENGOBATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI DUSUN PENGKORES, KOPANG REMBIGA, KOPANG, LOMBOK TENGAH

Sindy Adila Putri - Nama Orang;

ABSTRAK
Kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah kesehatan umum di
Indonesia, dengan prevalensi mencapai 57,6% sedangkan di Nusa Tenggara Barat
sebesar 55,6%. Dusun Pengkores, Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang,
Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu dusun yang masyarakatnya
masih menggunakan tanaman obat sebagai bahan pengobatan gigi dan mulut yang
dilakukan oleh belian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik
informan, komposisi, cara pembuatan, cara penggunaan, dosis, frekuensi
penggunaan, khasiat dan nilai kepentingan tumbuhan. Penyakit yang menjadi objek
adalah nyeri gigi, sariawan, radang gusi, bau mulut dan radang amandel. Pemilihan
informan dilakukan dengan metode snowball sampling dan wawancara semiterstruktur. Nilai penting tumbuhan dianalisis menggunakan Cultural Significant
Index (CSI) dan Fidelity Level (FL). Berdasarkan hasil wawancara dengan 9
informan, terdapat 31 spesies dari 24 famili tumbuhan yang digunakan untuk
pembuatan ramuan penyakit gigi dan mulut. Proses pembuatan ramuan yaitu
dihaluskan, ditumbuk, dikunyah dan direbus. Terdapat cara penggunaan ramuan
yaitu dioleskan, diminum, dikunyah dan dikumur-kumur. Tanaman Sirih (Piper
betle L.) menunjukkan nilai CSI tertinggi dengan nilai 32, diikuti berturut-turut oleh
jarak pagar (Jathropa curcas L.) dan katuk (Souropus androgynus L.) dengan nilai
7,92 dan 4,44. Nilai FL berkisar antara 10-100%. Nilai FL tertinggi kategori sakit
gigi yaitu bawang putih (Allium sativum) 40%. Nilai FL tertinggi kategori radang
gusi yaitu jarak pagar (Jathropa curcas L.) 20%. Nilai FL tertinggi kategori
sariawan yaitu katuk (Sauropus androgynus L.) 100%. Nilai FL tertinggi kategori
radang amandel yaitu pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis L.) 100% dan Nilai
FL tertinggi kategori bau mulut yaitu sirih (Piper betle L.) sebesar 42,85%.
Kata Kunci: Cultural Significant Index, Dusun Pengkores, Etnomedisin, Fidelity
Level, Penykit gigi dan mulut.


Ketersediaan
#
Perpustakaan FKIK Unram DTS 610 Sin s F.2025
20254066
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
418
Penerbit
Mataram : Farmasi FKIK Unram., 2025
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
DTS 610 Sin s F.2025
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
SKRIPSI 2025
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan FKIK Unram
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan FK Universitas Mataram menggunakan Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2025 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?