Text
ANALISIS ADAPTASI ALUR BONGKAR MUAT PENUMPANG DALAM PERENCANAAN KESIAPSIAGAAN TERHADAP PENANGANAN EMERGING DAN RE-EMERGING INFECTIOUS DISEASES (EIDS) DI PELABUHAN LEMBAR
ABSTRAK
Analisis Adaptasi Alur Bongkar Muat Penumpang
Dalam Perencanaan Kesiapsiagaan Terhadap Penanganan
Emerging Dan Re-Emerging Infectious Diseases (Eids)
Di Pelabuhan Lembar
Novanda Ayu Dila Putri Pambudi, Eustachius Hagni Wardoyo, Ida Ayu Eka Widiastuti
Latar Belakang: Pelabuhan merupakan titik masuk strategis dalam pencegahan dan
pengendalian Emerging dan Re-emerging Infectious Diseases (EIDs), terutama karena
aktivitas bongkar muat penumpang yang melibatkan interaksi intensif dan berpotensi
meningkatkan risiko penularan penyakit menular. Oleh karena itu, diperlukan adaptasi
alur operasional sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan kesehatan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis adaptasi alur bongkar muat penumpang dalam mendukung
kesiapsiagaan penanganan EIDs di Pelabuhan Lembar.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus
Group Discussion (FGD), dan analisis dokumen. Informan terdiri dari pemangku
kepentingan yang terlibat dalam operasional pelabuhan, yaitu Balai Kekarantinaan
Kesehatan, operator pelabuhan, operator kapal, dan Kantor Syahbandar dan Otoritas
Pelabuhan. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan indikator kesiapsiagaan
World Health Organization (WHO) dan International Chamber of Shipping (ICS).
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi alur bongkar muat penumpang
dilakukan melalui penerapan skrining kesehatan, penyesuaian alur embarkasi dan
debarkasi, penguatan koordinasi lintas sektor, serta penyediaan fasilitas pendukung.
Penyesuaian alur dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan kontak silang
antarpenumpang, khususnya pada kondisi tertentu. Koordinasi lintas sektor berperan
penting dalam pelaksanaan skrining dan penanganan kasus, meskipun masih menghadapi
kendala berupa keterbatasan sarana, fluktuasi kepatuhan penumpang terhadap protokol
kesehatan, serta tantangan koordinasi pada periode lonjakan penumpang..
Kesimpulan: Adaptasi alur bongkar muat penumpang di Pelabuhan Lembar telah
mendukung kesiapsiagaan penanganan EIDs. Namun, diperlukan penguatanviii
berkelanjutan pada aspek koordinasi, fasilitas, dan perlindungan petugas untuk
meminimalkan risiko penularan.
Kata kunci: EIDs, kesiapsiagaan, pelabuhan, bongkar muat penumpang, kesehatan
masyarakatix
ABSTRACT
Analysis of Passenger Embarkation Disembarkation Flow Adaptation in
Preparedness Planning for Emerging and Re-Emerging Infectious Diseases (EIDs)
at Lembar Port
Novanda Ayu Dila Putri Pambudi, Eustachius Hagni Wardoyo, Ida Ayu Eka Widiastuti
Background: Ports serve as strategic points of entry in the prevention and control of
Emerging and Re-emerging Infectious Diseases (EIDs), particularly due to passenger
embarkation and disembarkation activities that involve intensive interactions and increase
the risk of infectious diseas
e transmission. Therefore, adaptations to operational workflows are required as part of
health preparedness efforts. This study aims to analyze the adaptation of passenger
embarkation and disembarkation processes in supporting preparedness for EIDs
management at Lembar Port.
Methods: A qualitative study with a phenomenological approach was conducted. Data
were collected through in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGDs), and
document review. Informants consisted of key stakeholders involved in port operations,
including the Port Health Office, port operators, shipping operators, and the Port
Authority. Thematic analysis was performed based on preparedness indicators issued by
the World Health Organization (WHO) and the International Chamber of Shipping (ICS).
Results: The findings indicate that passenger embarkation and disembarkation
workflows were adapted through the implementation of health screening measures,
adjustments to embarkation and disembarkation routes, strengthened intersectoral
coordination, and the provision of supporting facilities. Workflow adjustments were
applied to reduce crowd density and cross-contact among passengers under certain
operational conditions. Intersectoral coordination played a key role in the implementation
of screening and case management; however, several challenges remained, including
limited infrastructure capacity, fluctuating passenger compliance with health protocols,
and coordination constraints during periods of high passenger volume.x
Conclusion: The adaptation of passenger embarkation and disembarkation workflows at
Lembar Port has supported preparedness for the management of EIDs. Nevertheless,
continuous strengthening of intersectoral coordination, facility adequacy, and
occupational protection for frontline personnel is required to further minimize the risk of
disease transmission.
Keywords: EIDs, preparedness, port, passenger embarkation and disembarkation,
public health
Tidak tersedia versi lain