Text
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA (6-9 BULAN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABUHAN HAJI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
ABSTRAK
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN
STUNTING PADA BALITA (6-9 BULAN) DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS LABUHAN HAJI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Padmi Kartika Sari, Wilya Isnaeni, Putu Suwita Sari
Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang krusial di
Indonesia karena prevalensinya cukup tinggi yaitu 21,6% pada tahun 2022.
Stunting dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu pemberian ASI
eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian
ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita (6-9 bulan) di wilayah kerja
Puskesmas Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan
pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 86 sampel
yang dipilih dengan metode simple random sampling. Data primer diperoleh dari
kuesioner riwayat pemberian ASI, sanitasi lingkungan, riwayat MP-ASI dengan
metode interviewer-administered questionnaire. Sementara itu, data sekunder
diperoleh dari data di Puskesmas Labuhan Haji. Analisis data kedua variabel
dilakukan dengan uji statistik Chi-Square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi balita yang mendapatkan
ASI eksklusif (67,4%), tidak ASI eksklusif (32,6%), prevalensi balita tidak stunting
(69,8%), dan balita stunting (30,2%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa
terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian
stunting pada balita (6-9 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Haji
Kabupaten Lombok Timur (p-value=0,000; PR = 6,932).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif
dengan kejadian stunting pada balita (6-9 bulan) di wilayah kerja Puskesmas
Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur.
Kata Kunci: ASI Eksklusif, Stunting, Puskesmas Labuhan Haji.ix
ABSTRACT
THE RELATIONSHIP BETWEEN EXCLUSIVE BREASTFEEDING AND
STUNTING IN CHILDREN (6-9 MONTHS) IN THE WORKING AREA OF
THE LABUHAN HAJI HEALTH CENTER, EAST LOMBOK REGENCY
Padmi Kartika Sari, Wilya Isnaeni, Putu Suwita Sari
Background: Stunting is a crucial health problem in Indonesia due to its high
prevalence of 21.6% in 2022. Stunting is influenced by many factors, one of which
is exclusive breastfeeding. This study aims to determine the relationship between
exclusive breastfeeding and stunting in children (6-9 months) in the working area
of the Labuhan Haji Health Center, East Lombok Regency.
Methods: This is an observational analytical study with a cross-sectional approach.
The sample size was 86, selected using a simple random sampling method. Primary
data were obtained from questionnaires on breastfeeding history, environmental
sanitation, and complementary feeding history using an interviewer-administered
questionnaire. Secondary data were obtained from data at the Labuhan Haji Health
Center. Data analysis of both variables was performed using the Chi-Square
statistical test.
Results: The results showed that the prevalence of exclusively breastfed children
(67,4%), not exclusively breastfed (32,6%), non-stunted children (69,8%), and
stunted children (30,2%). Bivariate test results showed a significant association
between exclusive breastfeeding and stunting in children (6-9 months) in the
working area of the Labuhan Haji Health Center, East Lombok Regency (p-value =
0,000; PR = 6,932).
Conclusion: There is a significant association between exclusive breastfeeding and
stunting in children (6-9 months) in the working area of the Labuhan Haji Health
Center, East Lombok Regency.
Keywords: Exclusive Breastfeeding, Stunting, Labuhan Haji Health Center.
Tidak tersedia versi lain