Text
HUBUNGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU SELAMA HAMIL DENGAN KEJADIAN BALITA STUNTING DAN TIDAK STUNTING USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUYUNG, KABUPATEN LOMBOK TENGAH
ABSTRAK
HUBUNGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU SELAMA HAMIL
DENGAN KEJADIAN BALITA STUNTING DAN TIDAK STUNTING
USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUYUNG,
KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Tsania Zulfa Salsabila, Lina Nurbaiti, Nurul Firdausi Paramaiswari
Latar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anakanak terhambat karena malnutrisi kronis dan atau infeksi berulang. Faktor yang
sering dikaitkan dengan kejadian stunting adalah keadaan anemia pada ibu selama
hamil. Anemia pada ibu selama hamil berpotensi dapat mempengaruhi
pertumbuhan janin dan gangguan pertumbuhan pada anak. Beberapa penelitian
menunjukkan hasil beragam mengenai hubungan antara anemia ibu hamil dengan
kejadian stunting pada balita.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kejadian antara ibu selama hamil dengan
kejadian balita stunting dan tidak stunting usia 6-24 bulan di wilayah kerja
Puskesmas Puyung, Kabupaten Lombok Tengah.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode
kuantitatif dan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dengan
menggunakan metode stratified random sampling. Data diambil menggunakan data
sekunder dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan kuesioner.
Hasil: Dari total 90 responden ibu dan balita yang telah dianalisis, prevalensi ibu
yang mengalami anemia selama hamil sebesar 46,7%. Sedangkan prevalensi balita
stunting 54,4%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hunungan
antara kejadian anemia pada ibu selama hamil dengan kejadian balita stunting dan
tidak stunting.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara anemia pada ibu
selama hamil dengan kejadian stunting dan tidak stunting
Kata Kunci: Stunting, Anemia, Balita, dan Hubungan Anemia dengan Stuntingix
ABSTRACT
THE RELATIONSHIP BETWEEN ANAEMIA IN MOTHERS DURING
PREGNANCY WITH THE INCIDENCE OF STUNTING AND NONSTUNTING AGED 6-24 MONTHS IN THE WORKING AREA OF
PUYUNG HEALTH CENTER, CENTRAL LOMBOK REGENCY
Tsania Zulfa Salsabila, Lina Nurbaiti, Nurul Firdausi Paramaiswari
Background: Stunting is a growth and development disorder in children caused by
chronic malnutrition and/or recurrent infections. One of the factors often associated
with stunting is maternal anaemia during pregnancy. Maternal anaemia during
pregnancy can potentially affect fetal growth and growth disorders in children.
Several studies have shown varying results regarding the relationship between
maternal anaemia during pregnancy and stunting in children.
Objective: To determine the relationship between maternal events during
pregnancy and the occurrence of stunting and non-stunting among children aged 6-
24 months in the working area of Puyung Health Center, Central Lombok Regency.
Methods: This study is an observational analytic study with quantitative methods
and a cross-sectional approach. The sampling technique used stratified random
sampling method. Data were collected using secondary data from the Maternal and
Child Health (KIA) book and questionnaires.
Results: From a total of 90 maternal and children respondents who have been
analysed, the prevalence of mothers who experience anemia during pregnancy is
46.7%. While the prevalence of stunting was 54.4%. The statistical test results
showed that there was no relationship between the incidence of anaemia in mothers
during pregnancy with the incidence of stunting and non-stunting.
Conclusion: There is no significant relationship between anaemia in mothers
during pregnancy with the incidence of stunting and non-stunting.
Keywords: Stunting, Anaemia, Toddlers, and the Relationship between Anaemia
and Stunting.
Tidak tersedia versi lain