Text
ANALISIS FAKTOR RISIKO KASUS KETUBAN PECAH DINI PADA IBU HAMIL DI RSUD Dr. R. SOEDJONO SELONG
ABSTRAK
ANALISIS FAKTOR RISIKO KASUS KETUBAN PECAH DINI PADA
IBU HAMIL DI RSUD Dr. R. SOEDJONO SELONG
Amanda Suana Rizqi, Ika Primayanti, Ratih Barirah
Latar Belakang: KPD adalah kondisi di mana selaput ketuban (membran
amniotik) pecah sebelum persalinan dimulai, baik sebelum 37 minggu kehamilan
(KPD prematur) atau setelah 37 minggu kehamilan (KPD matang). KPD dapat
menyebabkan masalah seperti solusio plasenta, di mana plasenta terlepas dari
dinding rahim sebelum persalinan. Ini dapat mengakibatkan pendarahan yang berat,
meningkatkan risiko kematian ibu. Pada tahun 2024 kasus KPD di RSUD Soedjono
Selong sebanyak 381 (16,9%) kasus dengan jumlah persalian sebesar 2.256
persalinan.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan
pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 96 sampel
yang dipilih dengan metode non probability sampling dengan tipe consecutive
sampling. Data diperoleh dari rekam medik pasien ibu melahirkan di RSUD
Soedjono Selong. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Chi-Square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPD sebagian besar terjadi pada ibu
hamil dengan infeksi urogenitalia (54,2%), pada primipara dan grandemultipara
(58,3%), pada ibu yang bekerja (9,4%), pada anemia (56,3%), usia kehamilan
(40mgg) (47,9%), ada riwayat KPD (25%), pada kehamilan ganda
(8,4%), dan usia ibu 35th) (72,9%).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara KPD dengan Ibu bersalin
yang mengalami infeksi urogenitalia, , paritas primipara dan grandemultipara,
anemia, dan memiliki usia berisiko (35th).
Kata Kunci: Ibu melahirkan, KPD, Faktor Risikoix
ABSTRACT
RISK FACTOR ANALYSIS OF PREMATURE RUPTURE OF
MEMBRANES IN PREGNANT WOMEN AT Dr. R. SOEDJONO SELONG
REGIONAL HOSPITAL
Amanda Suana Rizqi, Ika Primayanti, Ratih Barirah
Background: Preterm labor (PROM) is a condition in which the amniotic sac
ruptures before labor begins, either before 37 weeks of gestation (premature
PROM) or after 37 weeks of gestation (mature PROM). PROM can lead to
problems such as placental abruption, where the placenta separates from the uterine
wall before delivery. This can result in severe bleeding, increasing the risk of
maternal death. In 2024, there were 381 (16.9%) cases of PROM at Soedjono
Selong Regional Hospital, with a total of 2,256 deliveries.
Methods: This study was an observational analytical study with a cross-sectional
approach. A sample size of 96 was selected using a non-probability consecutive
sampling method. Data were obtained from the medical records of women giving
birth at Soedjono Selong Regional Hospital. Data analysis was performed using the
Chi-Square statistical test.
Result: The results of the study showed that KPD mostly occurred in pregnant
women with urogenital infections (54.2%), in primipara and grandemultipara
(58.3%), in working mothers (9.4%), in anemia (56.3%), gestational age (40 weeks) (47.9%), there was a history of KPD (25%), in multiple
pregnancies (8.4%), and maternal age 35 years) (72.9%).
Conclusion: There is a significant relationship between KPD and mothers giving
birth who experience urogenital infections, primiparous and grandemultipara
parity, anemia, and have a risky age (35 years).
Keywords: Mother giving birth, PROM, Risk Factors
Tidak tersedia versi lain