Text
HUBUNGAN KEHAMILAN USIA DIBAWAH 20 TAHUN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 0-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LENANGGUAR, KABUPATEN SUMBAWA
ABSTRAK
Hubungan Kehamilan Usia Dibawah 20 Tahun Dengan
Kejadian Stunting pada Balita Usia 0-24 Bulan
Di Wilayah Kerja Puskesmas Lenangguar
Kabupaten Sumbawa.
Latar Belakang : Stunting merupakan gangguan kesehatan pada balita yang
ditandai dengan kondisi gagal tumbuh kembang akibat kekurangan gizi kronis
dalam waktu lama, dan salah satu faktor yang turut memengaruhi kejadian ini
adalah kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun yang sering kali berkaitan
dengan ketidaksiapan fisik dan psikologis ibu yang berdampak terhadap kualitas
kehamilan dan pertumbuhan anak.
Metode : Desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel
penelitian ini menggunakan metode consecutive sampling yaitu balita usia 0-24
bulan dengan jumlah sampel 71 yang berada di lokasi penelitian serta memenuhi
kriteria inklusi. Instrumen pengumpulan data dalam peneliti menggunakan
Kuesioner dan Buku KIA. Analisis Data menggunakan analisa univariat dan
bivariat.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah ibu dengan usia < 20 tahun
memiliki balita stunting (78,8%), tidak stunting (8,5%), sedangkan prevelensi ibu
dengan usia ? 20 memiliki balita stunting (5,6%), tidak stunting (14,1%). Hasil
uji bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu
saat hamil dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Lenangguar,
Kabupaten Sumbawa (p-value
Tidak tersedia versi lain