Text
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUYUNG, KABUPATEN LOMBOK TENGAH
ABSTRAK
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN POLA ASUH
ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA
6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUYUNG,
KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Muhammad Rofi Wahyu Setyadi, Lina Nurbaiti, Nurul Firdausi Paramaiswari
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan yang memengaruhi
pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada balita. Faktor
sosial-ekonomi seperti tingkat pendidikan orang tua dan pola asuh memiliki peran
penting dalam mencegah kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan pola asuh orang tua terhadap
kejadian stunting pada balita usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Puyung,
Kabupaten Lombok Tengah.
Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional ini melibatkan 8
posyandu. Subjek penelitian yaitu orang tua yang memiliki balita berusia 6-24
bulan berjumlah 90 responden di wilayah Kerja Puskesmas Puyung, Kabupaten
Lombok Tengah. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified
random sampling. Pengambilan data melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
dan kuesioner. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square.
Hasil: Prevalensi stunting mencapai 54,4%. Sebagian besar ibu dan ayah memiliki
tingkat pendidikan SMA (46,7% dan 48,9%). Pola asuh dikategorikan baik (73,3%)
dengan pola asuh demokratis (46,7%). Analisis menunjukkan tidak ada hubungan
signifikan antara tingkat pendidikan ibu (p=0,080) dan ayah (p=0,387) maupun pola
asuh (kategori p=0,655; tipe p=0,402) dengan kejadian stunting (p>0,05)
Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan
pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting pada balita usia 6-24 bulan di
wilayah kerja Puskesmas Puyung, Kabupaten Lombok Tengah
Kata Kunci: Stunting, Pendidikan Orang Tua, Pola Asuh, Balitaviii
ABSTRACT
THE RELATIONSHIP BETWEEN PARENTAL EDUCATION LEVEL AND
PARENTING STYLE WITH STUNTING INCIDENCE IN CHILDREN AGED
6-24 MONTHS IN THE WORKING AREA OF PUYUNG PUBLIC HEALTH
CENTER, CENTRAL LOMBOK REGENCY
Muhammad Rofi Wahyu Setyadi, Lina Nurbaiti, Nurul Firdausi Paramaiswari
Background: Stunting is a health issue affecting the physical growth and cognitive
development of children, particularly toddlers. Socioeconomic factors, such as
parental education level and parenting style, play an important role in preventing
stunting. This study aims to analyze the relationship between parental education
level and parenting style with stunting incidence in children aged 6-24 months in
the working area of Puyung Public Health Center, Central Lombok Regency.
Methods: This observational study used a cross-sectional design involving eight
integrated health posts (posyandu). The subjects were 90 parents of children aged
6-24 months in the Puyung Public Health Center area, selected using stratified
random sampling. Data collection was conducted using the Maternal and Child
Health Book (KIA) and a questionnaire. Bivariate analysis was performed using
Chi-Square test.
Results: The prevalence of stunting was 54.4%. Most mothers and fathers had a
high school education (46.7% and 48.9%). Parenting style was categorized as good
(73.3%), with democratic parenting as the dominant type (46.7%). The analysis
showed no significant relationship between maternal (p=0.080) and paternal
(p=0.387) education levels, nor between parenting style category (p=0.655) and
type (p=0.402), with stunting incidence (p>0.05).
Conclusion: There is no significant relationship between parental education level
and parenting style with stunting incidence in children aged 6-24 months in the
working area of Puyung Public Health Center, Central Lombok Regency.
Keywords: Stunting, parental education, parenting style, children
Tidak tersedia versi lain